Selasa, 22 Februari 2011

SISTEM KOORDINASI - Sistem Saraf


SISTEM SARAF

Sistem saraf merupakan jaringan komunikasi dalam tubuh. Memberikan informasi tentang apa dan kapan sesuatu harus dilakukan. Sistem saraf tersusun atas Neuron dan Neuroglia.

1. Neuron (Sel Saraf)

Sel yang bertugas menerima, menghantarkan rangsangan ke pusat saraf, menentukan bentuk tanggapan, menghantarkan pesan ke efektor. Neuron terdiri atas dua bagian, yaitu:

a. Badan sel saraf

Berwarna kelabu, terdapat nukleus, nucleolus, dan sitoplasma.

b. Dendrit

Percabangan sel saraf, berfungsi untuk menerima rangsangan dan meneruskan impuls saraf ke badan sel saraf, tidak ada selaput pelindung, ukuran pendek.

c. Neurit/Akson

Percabangan sel saraf berfungsi untuk menghantarkan impuls saraf dari badan sel saraf menuju ke sel-sel lain. Diselubungi oleh myelin sebagai pelindung, untuk regenerasi dan isolator.

Gambar 1. Sel Saraf.

2. Neuroglia

Sel yang berfungsi untuk memberikan nutrisi dan bahan yang dibutuhkan oleh sel saraf.

Macam-macam Sel Saraf

1. Neuron Sensorik (Aferen)

Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor menuju ke pusat susunan saraf.

Dendrit berhubungan dengan reseptor.

Neurit berhubungan dengan neuron lain.

2. Neuron Motorik (Eferen)

Berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan pusat saraf menuju efektor.

Dendrit menerima impuls dari aksin neuron lain.

Neurit berhubungan dengan efektor.

3. Neuron Konektor

Berfungsi menghubungkan antara satu neuron dengan neuron lain.

4. Neuron Ajustor

Berfungsi menghubungkan neuron sensorik dengan neuron motorik yang terdapat pada sumsum tulang belakang.

Mekanisme Jalannya Impuls Saraf

1. Impuls melalui sel saraf

Impuls dapat mengalir karena ada perbedaan potensil listrik antara bagian luar dan bagian dalam serabut saraf.

Faktor yang mempengaruhi : selaput myelin dan diameter sel saraf.

2. Impuls melalui sinapsis

Sinapsis adalah titik temu antara yang neurit/akson dengan ujung dendrit neuron lain.

Bonggol sinapsis: ujung neurit yang terdapat mitokondria dan neurotransmitter untuk merambatkan impuls.

Gerak Biasa dan Gerak Refleks

1. Gerak Biasa/Sadar, gerak yang dilakukan dengan kesadaran, misalnya makan.

Skema gerak sadar : Rangsangan ¨ Reseptor ¨ Saraf Sensorik ¨ Otak ¨ Saraf Motorik ¨ Efektor.

2. Gerak Refleks, gerak yang dilakukan dengan tidak disadari, misalnya berkedip.

Skema gerak refleks : Rangsangan ¨ Reseptor ¨ Konektor ¨ Saraf Motorik ¨ Efektor.

Jalannya impuls (jalur pendek) disebut Lengkung Refleks.

Bagan Sistem Saraf Manusia

1. Otak

Otak merupakan organ yang sangat penting karena sebagai pusat koordinasi. Otak terlindung oleh tulang-tulang tengkorak dan dibungkus oleh selaput otak (meninges). Meninges terdiri atas 3 lapisan, yaitu seperti berikut.

a. Durameter, yaitu lapisan yang terletak di bagian paling luar yang berbatasan dengan tulang tengkorak. Durameter mempunyai sifat keras dan kaku.

b. Arachnoid (selaput sarang laba-laba), yaitu lapisan yang terdapat di bagian tengah.

c. Piameter, yaitu lapisan yang berbatasan langsung dengan otak, lapisan ini bersifat lunak.

Otak terdiri atas 4 bagian

a. Otak besar (cerebrum)

Dibanding sumsum tulang belakang pertumbuhan otak jauh lebih naik. Makin tinggi nilai perbandingan antara otak dan sumsum tulang belakang, makin tinggi tingkat kecerdasannya. Lapisan terluar otak berwarna kelabu dan banyak mengandung badan sel saraf, sedangkan lapisan otak di bagian dalam berwarna putih dan banyak mengandung dendrit dan akson. Otak besar merupakan pusat kesadaran, kemauan, ingatan dan kegiatan fisiologis sel daraf. Otak besar merupakan bagian terbesar dari otak.

Otak besar terdiri atas empat bagian:

1) Bagian belakang (lobus oksipitalis) sebagai pusat saraf penglihatan.

2) Bagian samping (lobus temporalis) sebagai pusat saraf pendengaran.

3) Bagian tengah merupakan pusat pengaturan kerja kulit dan otot terhadap rangsang panas, dingin, sentuhan, dan tekanan.

4) Diantara bagian tengah dan belakang terdapat pusat perkembangan kecerdasan, ingatan, kemauan dan sikap.

b. Otak tengah (mesencefalon)

Otak tengah terdapat di atas jembatan varol. Pada bagian atas dari otak tengah merupakan lobus optikus yang berfungsi sebagai pusat pengaturan refleks mata dan pusat pendengaran. Jembatan varol merupakan bagian yang bertugas menghantarkan impuls dari otot-otot bagian kanan dan bagian kiri tubuh ke serebellum.

c. Otak depan (diencefalon)

Terletak di depan otak tengah. Bagian ini terdiri atas talamus dan hpotalamus. Talamus merupakan pusat pengatur sensori yang berfungsi untuk menerima semua rangsangan dari sensori serebrum. Hipotalamus merupakan pusat pengatur suhu tubuh, keseimbangan cairan dalam tubuh, mengatur selera makan, dan menumbuhkan sikap agresif.

d. Otak kecil (serebellum)

Terletak di sebelah bawah belakang otak besar, dan dibelakang jembatan varol. Otak ini berfungsi sebagai pusat keseimbangan. Kerusakan otak ini akan menyebabkan gerakan otot tidak terkendali lagi.


2. Sumsum

Sumsum merupakan pusat saraf yang terletak di sebelah posterior otak. Seperti halnya otak, sumsum juga dilindungi oleh selaput meninges. Sumsum dibedakan menjadi dua.

a. Sumsum lanjutan (medulla ablongata)

Medulla oblongata terletak di sebelah posterior otak dan di anterior sumsum tulang belakang. Medulla oblongata banyak mengandung ganglion otak dan merupakan pusat pengatur gerak refleks fisiologis denyut jantung, pernapasan, dan pengaturan vasodilatasi. Bagian medulla oblongata yang menghubungkan sumsum tulang belakang dan otot disebut pons, pada bagian ini terdapat pusat pengaturan pernapasan.

b. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)

Sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang (vertebrae) karena sumsum ini terdapat dalam rongga vertebrae. Berbeda dengan otak, lapisan terluar dari sumsum tulang belakang berwarna putih dan mengandung dendrit dan akson, sedangkan lapisan bagian dalam berwarna kelabu dan banyak mengandung badan sel saraf. Pada bagian dalam ini terdapat bagian yang berbentuk kupu-kupu yang disebut akar dorsal dan akar ventral.

1) Akar dorsal mengandung neuron sensorik, dendritnya berhubungan dengan reseptor sedangkan aksonnya berhubungan dengan dendrit neuron konektor.

2) Akar ventral mengandung badan neuron motorik, aksonnya menuju ke efektor.

Sumsum tulang belakang berfungsi untuk :

1) penghubung antara impuls dari dan menuju otak,

2) memungkinkan jalan terpendek pada gerak refleks.

3. Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi terdiri atas berikut ini.

a. 12 pasang serabut saraf otak, yang keluar dari beberapa bagian otak menuju alat-alat indera, otot dan kelenjar.

Serabut saraf otak dapat dibagi menjadi tiga kelompok.

1) Serabut saraf yang hanya terdiri dari saraf sensorik, yaitu saraf ke 1, 2, dan 8.

2) Serabut saraf yang hanya terdiri dari saraf motorik, yaitu saraf ke 3, 4, 6, 11, dan 12.

3) Serabut saraf yang mengandung saraf sensorik dan motorik, yaitu saraf ke 5, 7, 9, dan 10.

b. 31 pasang serabut saraf sumsum tulang belakang. Serabut saraf ini merupakan gabungan dari saraf sensorik yang masuk ke akar dorsal dan saraf motorik yang keluar melalui akar ventral.

Tabel macam serabut saraf otak dan pengaruhnya

No.

Nama

Jenis

Tempat Pengiriman Impuls Saraf

Penyebarannya

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Olfaktori

Optik

Okulomotorik

Troklear

Trigeminal

Abdusen

Fasial

Auditori

Glosofaring

Vagus

Spinal

Hipoglosal

Sensorik

Sensorik

Motorik

Motorik

Sensorik dan motorik

Motorik

Sensorik

Sensorik

Sensorik dan motorik

Sensorik

Motorik

Motorik

Epitel olfaktori

Mata

Empat otot dari enam otot penggerak mata

Satu dari enam otot penggarak mata

Tiga cabang: otot kepala dan wajah, gigi-gigi pada rahang bawah, dan otot rahang.

Satu dari enam otot penggarak mata

Wajah dan kelenjar ludah

Telinga dalam

Lidah dan faring

Alat-alat dalam (organ viseral)

Alat-alat dalam (organ visceral)

Otot lidah

Indra pembau

Indra penglihatan

Gerakan bola mata

Gerakan bola mata

Gerakan otot mata yang menyebabkan ekspresi sensasi pada gigi dan bagian-bagian kulit rahang dan gerakan rahang.

Gerakan bola mata

Sensasi dan gerakan otot wajah

Indra pendengaran

Sensasi dan pergerakan pada lidah dan faring

Gerakan dan sensasi pada jantung dan organ visceral yang lain

Sama seperti saraf vagus

Gerakan lidah

4. Sistem Saraf Otonom (Sistem Saraf Tak Sadar)

Sistem saraf otonom adalah sistem saraf tepi yang mengontrol kegiatan organ-organ dalam dan berbagai macam kelenjar yang kerjanya tanpa kita sadari.

Sistem saraf ototnom terdiri dari saraf simpatik dan parasimpatik. Setiap saraf otonom hanya terdiri dari neuron efektor yang berhubungan dengan saraf pusat dan efektor.

a. Saraf simpatik

Saraf simpatik terdiri atas simpul-simpul saraf di sepanjang tulang belakang bagian depan mulai dari ruas tulang leher sampai ruas tulang ekor, sehingga sering disebut saraf torakolumbal. Saraf ini berfungsi mengaktifkan kerja otot-otot tak sadar seperti pada otot jantung, lambung, usus dan alat pernapasan.

b. Saraf parasimpatik

Saraf parasimpatik berpangkal pada medulla oblongata dan di sakrum. Kerja saraf parasimpatik berlawanan dengan saraf simpatik, sehingga efek kerja sama yang ditimbulkan oleh kedua saraf otonom tersebut berupa keserasian kerja berbagai macam alat-alat tubuh.

Kerja saraf otonom tidak sepenuhnya otonom dan tidak diatur oleh yang lain. Aktivitas saraf otonom dipengaruhi oleh hipotalamus. Rangsangan terhadap bagian lateral dan posterior hipotalamus akan meningkatkan denyut jantung, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan kecepatan respirasi, menurunkan kerja saluran pencernaan, serta melebarnya pupil.

5. Pengaruh Obat-Obatan dan Narkotik terhadap Sistem Saraf

Rasa sakit dan nyeri sebenarnya merupakan bentuk respon dari tubuh dalam menanggapi suatu rangsangan. Namun manusia sering berusaha untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri itu dengan mengkonsumsi obat-obatan. Penggunaan obat-obatan ada yang dapat menhilangkan penyebab timbulnya rasa sakit dan ada pula obat yang menghilangkan rasa sakit tanpa menghilangkan penyebab yang menimbulkan rasa sakit. Obat yang hanya menghilangkan rasa sakit ini memberikan kesembuhan semu, karena rasa sakit itu akan muncul bila efek obat sudah hilang. Yang termasuk obat-obat jenis ini adalah sebagai berikut.

a. Alkohol

Alkohol mempunyai fungsi sebagai disinfektan dapat digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang ada di luar tubuh dan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Namun orang banyak menggunakan alcohol sebagai campuran dalam bahan-bahan yang dikonsumsi. Alkohol yang dicampur dalam minuman dapat menekan rasa gelisah, tidak senang, ketakutan dan ragu-ragu, sehingga alkohol disebut sebagai depresan. Namun alcohol sebagai depresan hanya bersifat sementara, setelah pengaruh alcohol telah hilang maka semua perasaan yang tidak menyenangkan tersebut akan muncul kembali dan membuat orang ingin mengulangi minum kembali.

Hal ini dapat menimbulkan ketagihan atau adiksi fisiologik, yaitu keinginan untuk mengkonsumsi alcohol dengan dosis yang selalu meningkat. Akibat yang akan timbul adalah hilangnya kesadaran dan aktivitas alat-alat dalam menjadi tidak normal.

b. Narkotika

Narkotika dalam bidang kedokteran berfungsi untuk mengurangi rasa sakit. Namun narkotika dapat menimbulkan adiksi pada tubuh.

Bahan yang termasuk narkotika.

1) Morfin dan kodein, yaitu obat yang berfungsi untuk menekan rasa sakit.

2) Opium, yaitu senyawa kimia yang dapat digunakan untuk obat.

3) Heroin, yaitu obat sintetik yang diperoleh dai pengolahan morfin, efeknya seperti morfin.

4) Kokain, yaitu zat kimia yang dihasilkan oleh tanaman Cocca sp yang dapat digunakan untuk menekan saraf pada kulit dan untuk anesthesia lokal.

c. Amfetamin

Merupakan obat yang digunakan untuk merangsang agar manusia tidak mengantuk. Penggunaan obat ini dapat menimbulkan kelelahan yang berlebihan pada organ-organ tubuh sehingga dapat menimbulkan kemunduran.

d. Valium

Efek dari falium adalah munculnya rasa tenang, santai dan tidak ada beban. Obat ini dapat menimbulkan ketagihan atau adiksi fisiologik.

e. Bahan penikmat

Manusia banyak memanfaatkan alkaloid dari tumbuhan untuk memperoleh kenikmatan, seperti menggunakan tembakau untuk rokok, kopi, coklat dan teh untuk minuman. Bahan-bahan ini dapat menimbulkan adiksi fisiologik. Untuk itu dianjurkan pemakaian bahan-bahan ini tidak dilakukan secara rutin dan terus menerus.

Sistem Koordinasi.ppt

SISTEM KOORDINASI.doc

Sinapsis

1 komentar:

nice blog, informasinya lengkap....

Poskan Komentar